Tampilkan postingan dengan label Tour. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Tour. Tampilkan semua postingan

Selasa, 13 Desember 2011

Tour To Kuala Lumpur; Mengesankan....


Perjalanan ke negeri Jiran Malaysia kali Kedua ini (8-18 Desember 2011), memilki kesan dan pengalaman yang sungguh menarik dan banyak hal yang saya lalui diluar prdiksi dan dugaan. Dan Perjalanan yang saya jalani hingga hari ke-6 di Negeri jiran tepatnya hari Selasa (13 Des) ini pun sungguh cerah dan menarik.

Hari Pertama..
Malysia Airline di KLIA Airport
Kamis (8 Desember 2011), saya berangkat ke Malaysia tepatnya ke Kuala Lumur untuk menemanin Ibunda untuk berobat ke Hospital Pakar Perdana Kelantan Malaysia (negeri bertuah dibawah kuasa ulama besar Nik Aziz)…Masyaallah…sebelum berangkat ke KL saya pagi kamis itu masih sempat masuk kuliah di tempat studi saya di PPS IAIN SU, karena saya harus Chek-In di bandara Polonia jam 2, maka jam 1 siang saya balek ke Asrama Mahasiswa Aceh Darussalam untuk selanjutnya beranjak ke Polonia.  Saya dan Ibunda ke Polonia dengan mengunakan jasa Taxi diantar ke bandara, sesampai di bandara saya disambut Oleh Kawan yang hanya saya kenal melalui Jaringan handphone, sekalian saya ambil Tiket penerbangan Malaysia Airline, hingga selesai chek-in kawan saya itu masih bersedia menemani kami.

KL Central di Malam Hari

Tepat jam 15.50 Wib, Pesawat leaps landas dari Polonia Airport Medan untuk terbang ke Kuala Lumpur International  Airport  (Ki el Ay Ie= KLIA),,hehehhe. Sesampai di KLIA kami dipandu oleh Pramugari yang baik hati yang sedia membantu mendorong kursi roda hingga ke pintu Monorail KLIA Expres..Rupanya pelayanan yang ditawarkan oleh Malaysia Airline sungguh memuaskan..Tidak hanya saat chek-in, saat masuk ke pesawat, di pesawat , saat pengambilan bagaasi hingga kami beranjak ke KL central..Luar biasa.emang Malaysia airline mantap bener..
KLIA Expres, RM 35/ Penumpang
Perjalanan dengan KLIA ekspres memakan waktu 30 menit dari KLIA ke KL Central, dengan membayar train RM. 35 per penpang, kita diberikan kenyamanan yang sangat bagus dan bisa menggunakan layanan Wi-fi Gratis selama di Train tersebut., setelah menempuh waktu 30 menit pukul 19.00. Pm Malaysia saya dijemput oleh saudara hingga kemudian menginap 1 malam di Batu Chaves, Gombak . dan Hal yang tidak tidak terbayangkan sebelumnya adalah saya bertemu dengan saudara baru yang sebelumnya belum pernah bertemu, tetapi hanya berkomunikasi pakek Facebook, tapi akhirnya kami bertemu di kaula Lumpur.

Hari Kedua.
Berfoto dg Tgk Salman

            Hari kedua di Kuala Lumpur, saya menghabiskan waktu di UIA, KLCC, Aquaria KLCC dan Greenword, hingga malamnya di Bus menikmati perjalanan ke Kelantan dengan Bus Darul Naim lintas Pahang-kelantan.  Hari kedua saya di KL adalah hari jumat, berarti hari itu adalah haris dimana saya bisa menikmati wisata jumat di mesjid kali pertama di Kuala Lumpur. Jam 10.am saya di Telpon oleh kawan di ma’had MUDI Mesra yang sekarang menjadi Mahasiswa Master of Economi Islam di UIA Malaysia. Dia menghubungi saya dan mengajak untuk shalat jumat di Mesjid UIA, di mesjid besar  yang terletak di kampus Mahasiswa antar bangsa tersebut.
            Saya dijemput olehnya di Batu Lanchang, Gombak utuk selanjutnya dengan menumpang Bus  U21, kami beranjak ke Kampus UIA dengan hanya membayar RM 1. Sesampai di Kampus yang megah tersebut saya masih sempat melihat dan memotret apa yang saya lihat itu menarik dan tidak saya temukan di luar..hehehheh.
            Saat jumat akan dilaksanakan, kami masuk ke Mesjid UIA dan saya melihat jamaah yang sangat banyak, mungkin menjcapai 8000 jamaah , ada yang di Lt 1, 2 dan 3..Masyaallah Luar biasa . bahkan para jamaah memilki corak wajah yang cukup berbeda beda, ada yang berwajah asia, berwajah eropa bahkan sangat banyak yang berwajah afrika yang memilki warna kulit yang Hitam Legam……Saya rasa inilah kampus terbesar dan standart internasional pertama yang pernah saya kunjungi. Tak hanya itu saja, dalam penyampaian Khutbah hari itu saya dengar Khatib menyampaikannya dalam 2 Bahasa, Inggris dan Arab. Karena 2 bahasa itulah yang dibolehkan di Kampus UIA itu. Setelah selesai pelaksanaan jumat , para Mahasiswa yang berasal dari berbagai belahan dunia berkumpul dan membuat halaqah-halaah kecil dari masing-masing wilayah mereka berasal. Kami yang dari Aceh, duduk di Tengah mesjid sambilan bersilturahmi antara satu dengan yang lain, karena kesibukan masing-masing mereka, dan hari jumatlah hari bisa berkumpul bersama.
            Setelah itu saya diajak Tgk Salman untuk menikmati santapan makan siang di Kantin Ali, disana tersedia beragama menu makanan dari berbagai belahan dunia, tergantung mana yang kita suka dan mau itulah yang kita ambil dan bayar. Wwah….Luar biasa…..Karena saya masih belum begitu familiar dengan menu luar negeri ya siang itu saya hanya makan menu biasa (Nasi Putih+ sayur+Ikan+ Juice Banana/Manggo)…
Selepas makan siang, Saya bersama Tgk Salman mengatur agenda untuk jak wet-wet (jalan-jalan, red) ke Kota Kuala Lumpur. Awalnya kami beranjak dari Kampus UIA dengan Bus RapidKL hingga ke Bukit Nenas, setelah itu kami ke Kounter Monorail KL (kereta listrik) dari sana ke Stesyen IMBI, di sana kami turun dan selanjutnya jalan-jalan ke Mall Berjaya Square hingga jam 4 petang. Stelah itu kami beranjak lagi ke Stesyen LRT Rapid KL bawah tanah untuk membeli tiket train bawah tanah ke KLCC, disana kami telah ditunggu oleh M.Nazir kawan yang dulunya hanya saya kenal di Fb tapi sekarang telah menjadi kawan akrabku selama disini. Sesampai di KLcc, kami  sudah bertiga dan tiba saatnya untuk mengabadikan moment indah di KLCC didepan menara kembar Petronas yang dulunya hanya saya lihat di TV dan Internet tapi sekarang saya telah ada di depan Menara Itu..Alhamdulillah ya Allah..Segala puji bagi Allah.
Setelah mebghabiskan waktu di depan Petronas Tower itu 30 Menit, kami beranjak ke Aquaria Klcc, Aquarium terbesar untuk melihat alam bawah laut dengan beragam macam makhluk hidup di dalamnya. Kami masuk kesana bagaikan kami telah masuk ke bawah laut, bisa melaihat aneka ikan beragam ukuran Hiu besar, Lumba-lumba bahkan Lele Terbesar yang meungkin hamper sebesar Gajah…Wah…wah…..(Anak Gajah maksudnya,..)
Setelah itu, tiba saatnya makan malam…karena masih di Klcc, kami diajak ke KFC KLCC, ya seperti biasa saatnya makan Fried Chicken. Selesai itu saatnya saya harus kembali ke Gombak karena saya sudah membeli Ticket untuk berangkat ke Kelantan. Selanjutnya kami keluar dari KLCC dengan menggunakan Train bawah tanah, turun di Stesyen Dang Wangi, kami keluar disana dan saya diantar ke Taxi untuk balek ke Gombak. Akhirnya jam 9.10. Pm saya tiba di Greenword, disana saya telah ditunggu oleh saudara yang mengantar Ibunda saya untuk berangkat ke Kelantan.
Sebelum beranjak ke Kelantan, sambilan menunggu Bus saya juga berkenalan dengan seorang kawan yang berasal dari Pthani Thailand, Usman namanya bahkan sempat bertukar No Hp, Fb dan lainnya dan saya telah mendapatkan  kawan baru. Alhamdulillah ya Allah. Jam 10.00 Pm Bus Darul Naim tiba, saya dan Ibunda melnjutka n perjalanan ke Kelantan dan itu adalah perjalanan kali pertama kesana.kami melwati Pahang dan Pukul 5 Subuh waktu Kelantan kami tiba disana dan diantar ke Hospital Pakar Perdana.
READ MORE - Tour To Kuala Lumpur; Mengesankan....

Sabtu, 19 November 2011

Catatan 2: Berkomunikasi Murah dari Pulau Penang

Assalamualaikum kawan semua,,,

di catatn ini saya hanya ingin berbagi Tips berkomunikasi secara bebas dan murah meriah bagi kawan-kawan yang berkunjung ke Malaysia dan ke Pulau Penang khususnya...kebetulan saat ini saya sedang disana dan mempraktekkannya, serta sudah terbukti murah banget,,gak kena biaya roaming dan kita bisa berbagi informasi dengan siapa saja dan dimana saja...
Alat komunikasi yang saya maksudkan disini adalah dengan Hp dan dengan Akses Internet, tentunya untuk yang no 2 itu adalah hampir di dua tempat yang saya kunjungi (Loh Huang LYe dan Lam Wah ee) menyediakan akses wi-fi gratis di setiap pojok dan terbuka setiap saat (Kode Wifi Loh Huang Lye : ABCDE12345).....
Saat Masuk ke Penang Airport
di Pennag Airport
Sedangkan cara berkomunikasi dg Hp bagi saya yang menggunakan Kartu T-SEL As di Indonesia, nampaknya sesampai di Penang tidak perlu mematikan Hp karena takut harus membayar roaming sms saat sms masuk, rupanya tidak ada dan sperti biasa kawan-kawan masih bisa bersms-an dengan saya, truz klo urusan balasini baru bikin pusing, soalnya membalsa sms dg No As di Luarnegeri harus membayar rp. 4700/smsm, kemahalan kakn,,tapi saya menyiasatinya untuk urusan balas sms saya gunakan SMS-GRATIS pakek internet, apalagi aku bisa menggunakan di blog sendiri www.mukhlisuddinlamlo.blogspot.com, murah meriah,,gratis lagii....hehhehhe....Kemudian kalo nelpon ke No Indonesia, akau di sini mengunakan kartu DiGi Malaysia, dengan membayar RM. 20 kita sudah mendapatkan 1 Kartu dengan Pulsa 15 Ringgit, dan biaya pemakaian bisa kita atur, untuk nelpon ke Indonesia pakek kode 0062+ NoTujuan, dijamin murah (misal. 006285260900777), dan bagi kwan indonesia yang nelpon ke Mlysia sekarang juga bisa mengunakan layanan murah dengan menambahkan 01017+no Tujuan,,,dijamin murah,,,coba aja,,,(mis. 0101760103949942)...
Hanya itu yang bisa saya share pagiini,,,,
READ MORE - Catatan 2: Berkomunikasi Murah dari Pulau Penang

Jumat, 18 November 2011

Catatan Kecil; Berobat Ke Lam Wah Ee Hospital

Pagi Jumat, 18 November 2011 tepat jam 05.00 Waktu Malaysia aku dibangunkan Ummi untuk siap-siap check Out dari Penginapan Doubletree.Inn Pulau Tikus untuk untuk berangkat ke Lam Wah ee Hospital. Kami serombongan menginap disana 1 malam tok, karena harus segera berangkat ke Mewah Courd tempat penginapan 18 Lantai yang berdiri megah di depan Lam Wah EE Hospital. Aku dibangunkan Jam lima pagi karena harus secepatnya beranjakke sana dan  mengajak langsung ke rumah sakit untuk registrasi, karena kalau telat akan masuk antrian terlalu panjang. Kami datang ke sana dan dapat antrian nomor harus registrasi manual karena Registrasi online lagi Rusak kata seorang suster berwajah melayu. Registrasi di CS itu ada di ruang lobby yang cukup megah Di sana juga sudah banyak orang lain dari berbagai ras. di sini, di Lam Wah Ee Kebanyakan mereka adalah China, India, Thailand dan Melayu, Medan dan Aceh. Ternyata dalam masyarakat seperti ini orang Aceh bisa ditandai dari raut muka dan cara pakaiannya.
Kami berangkat ke Malaysia berlima ( Ummi, Cek Dah, Bang Yususf, Kak Aini serta aku sendiri). Sebenarnya bang Yusuf dan kak Aini serta cek Dah mereka berobat di Loh Huang Lye di Pulau Tikus, tapi Ummiku lebih memilih Lam Wah Ee untuk pengobatan Sumbat Saraf Tulang yang menimpanya selama 10 bulan lebih dan membuatnya tidak bisa beraktifitas selain dari terbaring di tempat tidur hanya menghabiskan waktu dengan membaca dan mengajar kitab kuning kepada ibuk-ibuk kampungku yang setiap malam mengikuti pengajian di Rumahku, walaaupunummiku yang mengasuh pengajian harus mengajar sambil tidur.
Pagi ini, aku mendaftar pada dokter Orthopaedic untuk Ummi aku. Ada tiga dokter Orthopaedic di Lam Wah Ee, Mr Tan Boon Hoo, Mr Khaw Kar Teng dan Mr Tang Weng Chong. Menurut Kak Noeng, selaku pemilik Apartemen tempat aku menginap, ketiganya memilki kapasitas dan kualitas keilmuan yang sama. Hanya saja dari sisi pelayanan Mr Tang jauh lebih ramah dan bersahabat. Aku disarankan untuk berobat kepada Mr Tang saja. Sebagai orang yang sama sekali belum mengenal siapapun di sini, aku taqlid saja dan mendaftar kepada Mr Tang. Mr Tang menempati ruang pemeriksaan nomor tujuh. Dan ia masuk pada jam 10 pagi sebab sebelumnya ia harus memeriksa pasien rawat inap di rumah sakit tersebut, sambil membuang bosan menunggu lama di Waiting room aku saramkan ummi untuk istirahat di Ruang loby, sedang aku dan Bang Yusuf giliran menunggu di ruang tunggu Dr. Tang dan kami mendapatkan antrian no panggil 7, itu artinya saat dokter masuk kami tetap masih harus menunggu 6 pasien lain. Untuk membunuh kebosanan itu aku sempatkan untuk akses internet sambil membaca berita online serta berkomunikasi dengan Kawan-kawan via Fb untuk saling sapa dan berbagi cerita, lagian akses disini pakek Wi-Fi Gratiss,,,hahaha,,,Menye Pree Gambee Mangat,,,xixiix
Dari brosur yang aku ambil di CS di mana ada daftar nama-nama dokter yang melakukan praktek di Lam Wah Ee, nampaknya memang mayoritas etnis China, ini terlihat dari nama-namanya. Beberapa nama kemungkinan nama India, dan hanya ada dua nama Melayu. Yang menarik bagi aku adalah dalam brosur itu juga dicantumkan lulusan si dokter. Umumnya menyelesaikan pendidikan di tiga universitas luar negeri, bahkan beberapa diantaranya dari lima universitas. Aku tidak tahu apakah dalam daftar itu termasuk lulusan S1-nya atau hanya spesialis. Soalnya dalam brosur itu hanya tertulis kode bidang keahlian dan kota universitasnya. Namun dari daftar itu membuat kita yakin kalau mereka memang orang yang punya kapasitas dalam bidangnya. Banyak yang lulusan Inggris, Perancis, USA, Australia, dan beberapa kode kota lain yang aku tidak tahu. Dan banyak pula lulusan Singapura dan Malaysia sendiri. Kebetulan tidak ada lulusan Indonesia.
Jam 10.30 pagi kami kembali ke ruang tunggu Dr. Tang untuk berobat. Datang ke sana saat tempat duduk telah dipenuhi oleh pasien. Ummi aku duduk diantara pasien-pasien yang sudah datang sebelumnya. Tidak ada tanda-tanda pemanggilan nomor antrian. Ketika seorang perawat keluar dari ruangan aku melaporkan kedatangan aku dan ia meminta kami untuk menunggu karena dokter belum masuk, abies tu kulihat Dr. Tang dengan ditemani 2 Suster akhirnya masuk ke Ruang klinik dan Kami dipanggil tidak lama setelah kami harus menunggu hingga 30 Menit.
Setelah itu kamu masuk ke Ruang clinik tersebut, dan dari diagnose dokter dikabarkan bahwa ummi aku mengalami sumbat sumsum saraf tulang punggung dan dia menawarkan 3 solusi, yaitu Fisioterapi, Suntik sumsum dan Operasi. Dia juga menawarkan tiga tersebut dengan penuh pertimbangan, akhirnya setelah diminta persetujuan penjamin, akhirnya kami sepakat untuk Operasi. Tak lama setelah itu kami diminta untuk menunggu proses administrasi untuk persiapan operasi besok hari (Sabtu, 19 Nov 2011), setelah itu ummi aku lansung diarahkan ke Lab darah, untuk cek darah  stelah itu ke Tempat Scanning dan rupanya pasien sebelum dioperasi, diinapkan dengan dijaga dan dirawat oleh suster dan tidakboleh ditemanin oleh kami yang kaum adam walaupun untuk menjaga ummi sendiri,,,
Hingga saat ini (20.10 Waktu Malaysia), Alhamdulillah segala proses pra syarat operasi mulai dari cek darah, jantung, hingga scanning X-Ray sudah selesai dlakukan  dan besok ummi akan di Operasi,,Semoga Allah memberikan kesembuhan untuk Ummi Aku dan beliau lekas Sembuh Amien……..
Lam Wah EE Hospital, 19 Nov 2011
READ MORE - Catatan Kecil; Berobat Ke Lam Wah Ee Hospital

Kamis, 17 November 2011

Img ; Berobat di Loh Guan Lye Penang Island

Loh Guan Lye Hospital in Pinang Island

LGC Hospital di Foto dari Depan Jalan Utama

Waiting Room LGC

LGC Logo

LGC Host Map

Fose Depan Loh Guan Lye



Proses Kimo di Oncology Room



Oncology Room
READ MORE - Img ; Berobat di Loh Guan Lye Penang Island